![]() |
| Bupati Tangerang resmikan gedung SDN Lontar 2 |
TANGERANG, LINTASNARASI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN Indonesia Power melalui unit PLTU Lontar atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan fasilitas ruang kelas baru untuk sarana belajar siswa. Sebanyak lima unit gedung sekolah telah selesai dibangun, terdiri dari empat unit di SD Negeri Lontar 2 dan satu unit di SD Negeri Klebet 1. Pada Rabu 22 Juli 2026.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan " kontribusi ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari dunia usaha terhadap peningkatan mutu dan fasilitas infrastruktur pendidikan daerah.
Sebagai bentuk keselarasan dan sinergi, Pemkab Tangerang juga berencana menindaklanjuti pembangunan tersebut dengan melakukan perbaikan pada tiga ruang kelas lainnya. Langkah ini diambil agar fasilitas ruang kelas lama dapat disesuaikan dengan bangunan baru yang telah berdiri". Ucapannya.
Sesuai rencana, pengerjaan perbaikan tersebut akan diakomodasi melalui Anggaran Perubahan 2026 atau paling lambat pada tahun 2027. Upaya sinergis ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar mengajar yang aman, bersih, sehat, serta nyaman bagi para siswa dan tenaga pengajar.
Selain itu sektor pendidikan, kerja sama antara Pemkab Tangerang dan PLTU Lontar ke depannya ditargetkan dapat menjangkau sektor pembangunan infrastruktur dan sosial lainnya di wilayah Kecamatan Kemiri dan sekitarnya. Ungkapnya.
Beberapa program prioritas yang tengah dijajaki untuk pelaksanaannya mencakup:
Program bedah/rehabilitasi rumah tidak layak huni, Peningkatan fasilitas sarana pendidikan lanjutan, Program peningkatan layanan serta sarana kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor bersama unsur TNI dan Polri, Pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa ini terus terjalin erat demi mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Laporan: Nurasep Wijaya








