TANGERANG — Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan percontohan ketahanan pangan.
Salah satu langkah konkrit yang direalisasikan adalah peresmian kandang ayam petelur percontohan berkapasitas 1.000 ekor di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kandang percontohan ini didirikan bukan sekadar sebagai tempat produksi, melainkan sebagai pusat edukasi dan sarana belajar bagi masyarakat desa untuk mengimplementasikan konsep ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Membangun Ekonomi dari Desa dan Mengentaskan Kemiskinan
Program ini mengusung visi “Membangun dari Desa, Membangun dari Bawah” guna menciptakan pemerataan ekonomi serta membantu percepatan pengentasan kemiskinan.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan harapannya agar proyek percontohan ini dapat berjalan sukses sehingga nantinya dapat diduplikasi di seluruh desa yang ada di Provinsi Banten.
"Alhamdulillah hari ini bersama Dewan Pembina dan Pimpinan Pusat ABPEDNAS, kita melaksanakan kegiatan kerja sama antara APBEDNAS Kabupaten Tangerang dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Kandang ayam dengan populasi 1.000 ekor ini menjadi percontohan dan tempat belajar untuk implementasi ketahanan pangan dan memperkuat desa," ujar Gubernur Banten Andra Soni. 15 Agustus 2026.
Ekosistem Pertanian Terpadu dan Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Saat ini, Provinsi Banten telah mampu mencapai status swasembada telur. Kehadiran kandang percontohan ini makin memperkuat potensi lokal desa yang ada.
Selain peternakan ayam petelur, program ketahanan pangan ini dirancang secara terpadu (integrated farming) yang meliputi:
Budidaya Perikanan (Bioflok): Pengolahan kolam ikan bioflok untuk pemenuhan protein hewani.
Pertanian Hortikultura: Penanaman cabai dan bawang merah. Khusus untuk tanaman bawang, lokasi percontohan ini telah mencatatkan 3 kali panen sukses.
Konsep peternakan dan pertanian rakyat ini juga dirancang untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan menggerakkan peternak dan petani rakyat di tingkat desa, sirkulasi ekonomi berputar di tingkat lokal (bawah), sehingga nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Pemberdayaan Linmas dan Pengelolaan Lingkungan
Menariknya, program ini juga melibatkan elemen Linmas (Pelindung Masyarakat/Hansip) yang selama ini aktif di tengah warga. Linmas tidak hanya bertugas menjaga kebersihan dan keamanan, tetapi juga diberdayakan dalam kegiatan:
Pemilahan Sampah: Edukasi dan pengelolaan sampah organik serta non-organik.
Pengelolaan Lingkungan: Pemanfaatan limbah peternakan dan pertanian agar ramah lingkungan dan memiliki nilai guna.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjadikan model ketahanan pangan desa ini sebagai rujukan nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan dari desa.
Akbar/Zimi






