• Jelajahi

    Copyright © lintasnarasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Putra Kronjo Bersuara, Bantah Tudingan Galian Ilegal di Waduk Kronjo dan Paparkan Gagasan

    Kamis, 29 Oktober 2026, 21.49 WIB Last Updated 2026-10-30T04:50:11Z
    masukkan script iklan disini
    Baca Juga
    masukkan script iklan disini tengah post

    TANGERANG – Polemik kegiatan normalisasi dan revitalisasi Waduk Kronjo menjadi perhatian publik setelah muncul tudingan galian tanah ilegal melalui salah satu akun media sosial TikTok. Jumat, (30/10/2026).

    Menanggapi hal tersebut, Putra Kronjo Ari Sudrajat sekaligus Sekertaris KSM Kronjo Hijau menyampaikan klarifikasi sekaligus mengajak masyarakat melihat kegiatan tersebut secara utuh, objektif, dan tidak hanya berdasarkan potongan informasi di media sosial.

    KSM Kronjo Hijau membantah narasi yang dinilai tidak menggambarkan keseluruhan rangkaian kegiatan. Pihaknya menilai penyebaran informasi tanpa penjelasan yang lengkap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan membangun opini yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

    KSM Kronjo Hijau menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan gerakan gotong royong dalam rangka revitalisasi dan normalisasi tandon air Waduk Kronjo, sekaligus upaya pemulihan fungsi konservasi melalui rencana penanaman 1.000 pohon.

    KSM Kronjo Hijau menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan gotong royong, pihaknya telah melakukan langkah koordinasi dan menyampaikan surat kepada sejumlah pemangku kepentingan.

    Surat tersebut telah dilayangkan kepada Gubernur Banten, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta aparat kepolisian. Selain itu, KSM Kronjo Hijau juga menyampaikan permohonan dukungan kepada Bupati Tangerang, DPRD Kabupaten Tangerang, dan Camat Kronjo.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi dan upaya membangun sinergi dengan pemerintah serta aparat terkait agar kegiatan revitalisasi dan normalisasi Waduk Kronjo dapat berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, lingkungan, dan fungsi kawasan.

    KSM Kronjo Hijau juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak utuh atau cenderung tendensius.

    "Kami mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara menyeluruh. Jangan sampai informasi yang hanya menampilkan sebagian fakta justru menimbulkan kesalahpahaman. Kami terbuka terhadap kritik, tetapi mari kedepankan fakta, data, dan dialog," demikian sikap KSM Kronjo Hijau.

    Di luar polemik yang berkembang, KSM Kronjo Hijau menegaskan bahwa gerakan tersebut membawa gagasan yang lebih besar, yakni membangun Kronjo menuju kawasan ekonomi kreatif dengan menggali potensi lokal.

    Waduk Kronjo dipandang bukan hanya sebagai tandon air, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi, penghijauan, pariwisata lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan Kronjo yang mengintegrasikan sejumlah sektor, di antaranya:

    1. Konservasi dan lingkungan: pemulihan fungsi tandon air, normalisasi sedimentasi, serta penanaman 1.000 pohon.

    2. Pariwisata lokal: menggali potensi Waduk Kronjo sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan dan masyarakat.

    3. Pemberdayaan UMKM: membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil melalui pengembangan pusat kuliner dan pujasera UMKM.

    4. Pertanian dan penghijauan: mendorong keterlibatan kelompok tani dalam pengembangan kawasan produktif dan berkelanjutan.

    5. Ekonomi kreatif: membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha untuk menciptakan peluang ekonomi baru.

    Menurut KSM Kronjo Hijau, pembangunan Kronjo tidak cukup hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga harus mampu mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    KSM Kronjo Hijau berharap polemik yang berkembang tidak mengaburkan tujuan besar pemulihan Waduk Kronjo. Pihaknya juga mempersilakan masyarakat, pemerintah, maupun pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan memberikan masukan secara terbuka.

    Bagi KSM Kronjo Hijau, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial. Namun, kritik hendaknya disampaikan berdasarkan fakta dan informasi yang lengkap agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

    "Putra daerah harus berani bersuara, bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga harus mampu menawarkan gagasan dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerahnya sendiri."

    KSM Kronjo Hijau menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dan gotong royong demi mewujudkan masa depan Kronjo yang lebih baik, dengan Waduk Kronjo sebagai salah satu titik pengembangan konservasi, pariwisata lokal, UMKM, dan ekonomi kreatif masyarakat.

    Red 
    Komentar

    Tampilkan







    Terkini