![]() |
| Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri pembukaan Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 di ICE BSD City, Kecamatan Pagedangan, Senin (25/5/2026). |
TANGERANG, LINTASNARASI.COM - Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kecamatan Pagedangan, Senin (25/5/2026). Seminar internasional tersebut digelar untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor global.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan TIDS 2026 bukan sekadar forum ilmiah, melainkan wadah untuk melahirkan gagasan strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah di era disrupsi.
“Seminar ini menjadi laboratorium gagasan dengan tema Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World,” ujar Soma.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu strategis pembangunan daerah dalam konteks nasional maupun global. Selain itu, seminar ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta inovasi antar pemangku kepentingan.
“Tujuan lainnya adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor dan internasional, serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi penyusunan dan penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
TIDS 2026 menghadirkan sejumlah pakar internasional dari India, Australia, Malaysia, dan Jepang. Para narasumber dibagi dalam empat kelas paralel yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari smart governance, inovasi daerah, ekonomi hijau, hingga ketangguhan wilayah pesisir dan perkotaan.
Seminar dilaksanakan secara hybrid, yakni luring dan daring. Sebanyak 400 peserta hadir langsung di lokasi, sementara sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan secara online. Peserta berasal dari unsur pemerintah, akademisi, mahasiswa, praktisi pembangunan, peneliti, hingga organisasi internasional.
Soma menjelaskan, peserta seminar dibagi ke dalam empat ruang diskusi dengan subtema berbeda. Di antaranya perencanaan pembangunan perkotaan dan pesisir yang adaptif, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya yang efisien, penguatan ekosistem inovasi berbasis riset, serta tata kelola cerdas melalui literasi data dan transformasi digital.
“Semoga seminar ini dapat memperkuat komitmen bersama menuju pembangunan daerah yang tangguh, cerdas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan hasil diskusi dalam seminar tersebut tidak akan berhenti sebatas wacana. Menurutnya, seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Kalau memang sesuai dengan karakteristik wilayah dan program kerja pemerintah daerah, tentu akan kami jalankan. Intinya semua bermuara pada kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang saat ini mencapai 5,67 persen yang ditopang sektor konstruksi, manufaktur, serta perdagangan dan jasa. Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut juga memicu peningkatan arus urbanisasi.
Menurut Maesyal, sekitar 70 persen pertambahan penduduk Kabupaten Tangerang berasal dari pendatang yang datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, hasil seminar diharapkan dapat melahirkan konsep dan formula kebijakan yang mampu mengubah tantangan urbanisasi menjadi kekuatan pembangunan daerah.
“Rekomendasi dari hasil diskusi ini diharapkan menjadi kompas baru untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang cerdas, tangguh, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Di lokasi yang sama, Rektor Universitas Prasetiya Mulya sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, menilai Kabupaten Tangerang telah menjadi magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah.
Menurut Hassan, kondisi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sesuai target SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. (Akbar)








