LINTASNARASI – Upaya penanganan banjir di wilayah Kabupaten Tangerang terus dilakukan melalui program normalisasi Sungai Cirarab. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh pihak perusahaan PT Intex, yang menyatakan kesiapannya untuk mematuhi ketentuan garis sempadan sungai (GSS) dengan membongkar bangunan yang berdiri di bantaran sungai.
Hal tersebut disampaikan setelah adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. PT Intex disebut telah menerima sosialisasi terkait aturan pemanfaatan lahan di sekitar sungai, dan secara mandiri akan melakukan pembongkaran bangunan yang melanggar ketentuan.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum, khususnya dalam mendukung program normalisasi sungai guna mencegah banjir serta menjaga keselamatan warga dan para pekerja di sekitar lokasi.
Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir
Program normalisasi Sungai Cirarab dilakukan dengan pengerukan dan penataan aliran sungai agar kapasitas tampung air meningkat. Selain itu, akan diterapkan konsep pengelolaan wilayah sungai (WWS) sebagai bagian dari upaya jangka panjang pengendalian banjir.
Panjang area sungai yang menjadi fokus penanganan diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga titik lokasi saat ini.
Perusahaan dan Warga Mulai Bongkar Mandiri
Tidak hanya PT Intex, sejumlah pihak lain di wilayah Kecamatan Pasar Kemis juga telah menunjukkan kesadaran serupa. Beberapa bangunan, termasuk pabrik tempe, telah dibongkar secara mandiri.
Sementara itu, terdapat fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja yang juga berada di area terdampak. Untuk bangunan gereja, pihak pengelola meminta waktu tambahan sekitar 1 hingga 2 bulan karena adanya struktur pondasi (cakar ayam) yang perlu dipindahkan terlebih dahulu.
Di wilayah selatan, tercatat ada tiga perusahaan yang juga akan melakukan pembongkaran mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
Apresiasi untuk Kolaborasi Penanganan Banjir
Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik perusahaan maupun masyarakat, yang telah bekerja sama dalam mendukung normalisasi sungai. Kolaborasi ini dinilai penting untuk kepentingan jangka panjang, terutama dalam mencegah risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Diharapkan, dengan adanya normalisasi dan penerapan aturan yang konsisten, potensi banjir di kawasan ini dapat ditekan secara signifikan.
Proyek Pintu Air Jayanti Masuk Tahap Tender
Selain normalisasi sungai, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah antisipasi banjir di wilayah lain, termasuk pembangunan pintu air di Jayanti. Proyek ini telah menjadi perhatian pemerintah daerah, provinsi, serta Balai Wilayah Sungai (BWS).
Saat ini, proyek tersebut dilaporkan telah memasuki tahap proses pencairan anggaran dan mulai masuk ke tahap tender. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap di berbagai titik rawan banjir.
Komitmen Kurangi Banjir dan Pencemaran
Upaya normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendalian air merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengurangi risiko banjir sekaligus menekan tingkat pencemaran lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Kabupaten Tangerang dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Akbar





